Menjadi Ahli Dalam Satu Hal atau Sekedar Mengetahui, Tapi Banyak Hal?
![]() |
| Generalist atau Specialist |
Pada tulisan kali ini saya ingin membagikan beberapa point mengenai "kira-kira lebih better mana antara menjadi seseorang yang generalist atau menjadi seseorang yang specialist". Generalist dan Specialist yang akan dibahas kali ini berkaitan dengan skill / kemampuan yang kita kuasai.
Tulisan ini bersifat sharing semata dan mengenai ke-valid annya, masih bisa untuk diperdebatkan.
1. Pengertian Generalist dan Specialist
Kamus Merriam-Webster mendefinisikan generalis sebagai, “A person who knows something about a lot of subjects”. Sementara itu, situs The Generalist mengartikan generalis sebagai, “A generalist is a person whose knowledge is dispersed over a wide range of subjects”. Cukup jelas bahwa dari kedua definisi tersebut, generalis merujuk pada seseorang yang memiliki pengetahuan pada banyak subjek atau bidang.
Lain halnya dengan spesialis. Masih dari Merriam-Webster, spesialis adalah seseorang yang memiliki pengetahuan dan skill yang spesial berkaitan dengan pekerjaan dan area keilmuan tertentu.
2. Mana Yang Lebih Baik Antara Generalist dan Specialist
Lebih baik atau tidak itu merupakan hal yang relatif, keduanya juga tidak ada yang mendominasi.
Sebagai contoh, seorang dokter spesialis akan mendapatkan salary yang tentunya lebih besar dibandingkan dengan dokter umum, kenapa? karena seorang dokter yang spesialis pada bidang tertentu atau pada penyakit tertentu sudah bisa dipastikan bahwa ia adalah seorang yang sudah ahli untuk menghandle hal tersebut, lain hal dengan dokter umum yang mungkin hanya tau ilmu secara umumnya saja, dengan nilai plusnya dokter umum bisa menghandle banyak diagnosis ringan lainnya.
Mengetahui atau multitasking terhadap banyak hal itu juga bagus namun itu semua bergantung kepada seberapa besar kemampuan kalian.
Ada kalimat seperti ini "Jika ikan sudah pandai dalam berenang, maka jangan tuntut ia untuk pandai dalam memanjat".
Lantas, apa maksudnya?
Begini, kemampuan kita hanya kita yang tau, dan kapabilitas kita untuk menguasainya hanya kita juga yang tau. Jika bisa mengetahui banyak hal kenapa tidak? dan jika bisa ahli dalam satu hal kenapa tidak juga?. Karena menurut saya yang salah itu adalah yang tidak ingin untuk mengetahui apapun, dan yang tidak ada itu adalah seseorang yang ahli dalam banyak hal.
Sama seperti di dunia programming, ada istilah fullstack dan ada juga istilah frontend dan backend. Fullstack mewakili generalis sedangkan Frontend dan Backend mewakili spesialis, lantas mana yang lebih baik? Jawabannya tidak ada, kembali lagi pada point yang sudah saya bahas diatas, better atau tidak itu hal yang relatif. Jika kamu merasa kapabilitas kamu sampai pada titik dimana kamu sanggup melahap semuanya, sanggup melahap semua ilmu yang berkaitan dengan fullstack maka tidak salah untuk mengetahui semua sisi, baik client side maupun server side. Tapi jika kamu merasa kapabilitas kamu belum sampai pada titik itu, maka kuasai satu hal dan menjadi seorang yang ahli, maka itu pilihan yang terbaik untuk dirimu sendiri.
Jadi, hal yang terpenting sebelum kamu memutuskan ingin jadi apa, adalah mengetahui kapabilitas diri sendiri dan menempatkan diri kamu pada tempat yang seharusnya dimana kamu akan merasa nyaman tanpa harus ada pressure yang besar, karena "Lebih baik menjadi seseorang yang ahli dalam satu hal atau cukup mengetahui banyak hal daripada tidak ada yang kamu ketahui sama sekali"
Dari tulisan diatas, saya harap teman-teman bisa mengambil insight nya, dan saya harap juga bisa bermanfaat bagi teman-teman. Terima kasih sudah hadir and see you on the next blog
KEEP IT STUPID TO KEEP GROWING
Author - Abdulloh Fahmi (Collage Student of STT-NF)
Reference from : My Own Experience




Komentar
Posting Komentar