Siapa Yang Menyangka Bahwa Programmer Pertama di Dunia adalah Seorang Wanita

 



Sudah tidak asing terdengar di telinga kita semua para programmer, sebuah kalimat atau guyonan "Siapa si yang nyiptain programming, pasti cewek, pantes ribet, cewek kan juga ribet", hal itu memang bukan sepenuhnya fakta, namun satu hal yang harus diketahui dan patut dipercayai karena itu merupakan sebuah fakta adalah, programmer pertama di dunia merupakan seorang wanita, iya wanita, dia adalah Ada Lovelace, seorang ahli matematika berkebangsaan Inggris. Hal yang mengejutkan bukan? lantas bagaimana bisa?, padahal jika dilihat dari sekelibat mata saja rata rata programmer itu di dominasi oleh para lelaki.

Mari saya ceritakan dan "dongengkan" sebuah kisah tentang kehebatan Ada Lovelace ini, awal mula sampai muaranya.


Berawal dari Kekecewaan Ibunya Terhadap Lord Byron

Meski Ada merupakan anak sah satu-satunya dari Lord Byron yang juga merupakan seorang penyair terkenal di Inggris , namun Ada tidak pernah bertemu dengan Byron. Ayahnya itu meninggalkan ibunya, Anne Isabella, tak lama setelah Ada lahir. Konon, Byron meninggalkan mereka karena kepincut dengan wanita lain, seorang aktris panggung. 

Namun, bagaimanapun, Ada tetaplah seorang anak bagi Byron. Byron sempat mengabadikan Ada dalam sebuah puisinya yang begitu menyentuh, sebelum kemudian ia meninggalkan Inggris. Byron sendiri kemudian meninggal ketika Ada masih berusia delapan tahun.

Toh, bagi Anne, kekecewaan tetaplah sebuah kekecewaan. Bermaksud agar Ada tidak mengikuti jejak ayahnya, Anne yang merupakan seorang ahli matematika juga, kemudian mengarahkan Ada untuk belajar dan menekuni matematika dan logika. Meski, hal ini pun tidak meruntuhkan Ada untuk tetap mencintai ayahnya. Ada bahkan menamai kedua anaknya dengan Byron dan Gordon. Lord Byron mempunyai nama lengkap George Gordon Byron. Bahkan, Ada kemudian dikuburkan di samping makam ayahnya, sesuai permintaan Ada sebelum meninggal.


Bertemu dengan Bapak Komputer, Charles Babbage

Ada adalah seorang anak yang cerdas. Meski masih kanak-kanak, Ada dapat dengan cepat menyerap dan memahami matematika dan logika yang diajarkan kepadanya. Di usianya yang ke dua belas tahun, ia bahkan telah dapat merancang konsep mesin terbang. 

Ada pun gemar mempelajari teori-teori dan konsep-konsep yang diciptakan orang lain. Termasuk konsep mesin analitis (analytical engine) yang sedang dikembangkan oleh Charles Babbage, yang kelak dari hasil karyanya itu orang menjulukinya sebagai Bapak Komputer.

Ada kemudian dipertemukan dengan Charles Babbage melalui kolega Babbage yang sekaligus menjadi guru privat Ada, Merry Somerville

Tertarik dengan mesin analitis Babbage, Ada kemudian mempelajari sebuah tulisan tentang mesin hitung dari Luigi Menabrea, seorang militer Italia. Ada pun kemudian menerjemahkan tulisan tersebut ke dalam bahasa Inggris yang telah dilengkapinya dengan catatan-catatan dengan judul Sketch of the Analytical Engine Invented by Charles Babbage, yang kemudian dimuat dalam Scientific Memoirs Edisi ke-3 tahun 1842. Dari situlah kemudian Ada mulai menulis dan mengembangkan algoritma pemrograman komputer.

Demikianlah sekelumit kisah tentang Ada Lovelace, seorang wanita yang meski awal karirnya merupakan sebuah "kecelakaan" karena disetir oleh ibunya, namun Ada memang dapat membuktikan dirinya sebagai seorang yang jenius. Takdir kadang memang datang dari jalan yang tidak kita kehendaki, seperti yang diungkapkan Wexler dalam film The International.


"Sometimes a man can meet his destiny on the road he took to avoid it."






Komentar

Postingan Populer