Beberapa Website dan Software Yang Bisa Mempermudah Anda Dalam Bekerja Tim

   

GitHub


Untuk membangun sebuah website atau software yang sifatnya kompleks, kita diharuskan untuk bekerja tim, tentunya selain mempermudah dan mempercepat pengerjaan, membagi kompleksitas suatu website juga bertujuan untuk maintanceable dan memperkecil specialist circle, maksudnya adalah baik backend dev maupun frontend dev bisa fokus pada tugasnya masing masing. Namun tentunya bekerja tim itu bukan hal yang bisa dibayangkan hanya dengan membalikan telapak tangan, cukup sulit namun jika sudah paham mekanismenya maka hal ini bisa mempermudah kerja seorang programmer, mempermudah komunikasi serta melatih kerja sama.

Berikut ini saya akan memberikan beberapa tips tentang website atau software apa saja yang bisa mempermudah kalian dalam membuat sebuah website khususnya dalam hal collaboration

Lets go to the list....


1. Git - VCS (Version Control System)


Git - Version Control System

Git merupakan software berbasis Version Control System (VCS) yang bertugas untuk mencatat perubahan seluruh file atau repository suatu project. Developer software biasa menggunakan Git untuk distributed revision (VCS terdistribusi), hal ini bertujuan untuk menyimpan database tidak hanya ke satu tempat. Namun semua orang yang terlibat dalam penyusunan kode dapat menyimpan database ini.

Prosedur yang diterapkan ini dapat membantu antar divisi project untuk memantau dan menghubungkan (merge) antar ekstensi yang berbeda dengan mudah. Sehingga aplikasi yang dibuat oleh sebuah tim project dapat berfungsi tanpa menghubungkan secara manual.

Terdapat istilah commit pada Git yang berfungsi untuk menyimpan riwayat perubahan data pada file. Melalui commit, developer dapat kembali ke source code sebelumnya dengan istilah checkout.

Untuk mengoperasikan Git, kamu perlu menginstall software terlebih dahulu sehingga pekerjaan ini dapat dilakukan secara offline (tidak terkoneksi internet). Software ini juga tersedia secara gratis melalui web unduhan resminya di Git Downloading.


2. GitHub, GitLab atau Bitbucket

Cloud Web Host
 

Ketiga hal tersebut merupakan layanan cloud yang berguna untuk menyimpan dan mengelola sebuah project yang dinamakan repository (repo git). Cara kerja ketiga website tersebut harus terkoneksi pada internet sehingga tidak perlu meng-install sebuah software ke dalam perangkat keras. Hal ini memberikan keringanan penyimpanan komputer yang kita gunakan karena file project tersimpan oleh cloud. dari ketiga website ini memiliki keunggulan dan kekurangannya masing masing, jika GitHub rata rata digunakan untuk project yang sifatnya open source dan bisa diakses secara public, sedangkan Bitbucket rata rata digunakan untuk project yang sifatnya private


3. Trello


Trello

Trello adalah aplikasi kolaborasi yang memungkinkan Anda untuk mengatur berbagai proyek dalam satu tempat. Dengan Trello, semua orang di proyek tersebut bisa tahu apa yang sedang dikerjakan, siapa yang mengerjakannya, dan sudah sejauh mana ia mengerjakannya.

Anggap saja Trello adalah sebuah papan tulis yang penuh dengan sticky notes. Di masing-masing sticky notes tertulis mengenai tugas Anda pribadi dan tugas tim secara keseluruhan. Lalu, di setiap sticky notes tersebut juga terdapat foto, lampiran dari berbagai sumber, serta kolom komentar.

Nah, bedanya dengan papan tulis biasa, Trello adalah papan tulis yang bisa Anda bawa ke mana-mana. Anda bisa mengakses Trello lewat smartphone atau lewat komputer dengan mudah.


4. Zeplin


Zeplin


Zeplin adalah aplikasi yang dibuat untuk menjalin kolaborasi antara tim desainer produk dan developer. Aplikasi ini hadir sebagai jembatan antara kedua peran ini. 

Apa pentingnya “aplikasi jembatan” ini hadir?

Pembuatan produk awalnya dimulai dari desain. Bagaimana flow pengguna dalam menggunakan produk? Apa warna dan seberapa besar ukuran suatu tombol?

Hal ini dirancang oleh tim product designer.

Nah, setelah desainnya selesai, flow produk dan desain itu akan dibuat programnya dan disulap menjadi sebuah aplikasi atau website oleh tim developer.

Melalui apa dan dengan format apa flow dan desain produk dikirim? Tim desain produk tak selalu memahami programming, dan tim developer juga tak selalu memahami desain.

Di sinilah Zeplin hadir sebagai tempat berkomunikasi di antara keduanya.

Melalui fitur-fitur Zeplin, product designer dan developer tak perlu lagi membayang-bayangkan apa yang ingin mereka katakan soal spesifikasi produk.


Sekian informasi atau tips yang bisa saya sampaikan di blog ini, semoga bisa menambah wawasan tentang dunia programming dan tentunya semoga bisa bermanfaat ketika anda sudah bekerja secara tim dimasa yang akan datang, terima kasih telah meluangkan waktu untuk hadir, and see you on the next blog...


Keep It Stupid To Keep Growing..


Finde Me : abdullohfahmi_08




Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer